
Di balik setiap brand yang kuat, sering kali ada figur yang karismatik dan menginspirasi. Lihat saja Steve Jobs (Apple), Elon Musk (Tesla), atau Nadiem Makarim (Gojek). Mereka tidak hanya menjual produk—mereka menjual visi, nilai, dan cerita. Di era digital saat ini, membangun personal branding untuk founder bukan lagi pilihan, tapi strategi penting.
Apakah kamu pemilik bisnis, CEO startup, atau creative entrepreneur? Artikel ini akan membahas mengapa kamu perlu mulai membangun personal branding sekarang, serta langkah-langkah konkret untuk melakukannya.
Mengapa Personal Branding Founder Itu Penting?
1. Membangun Kepercayaan
Orang lebih percaya pada manusia dibanding logo. Ketika founder tampil sebagai sosok otentik, profesional, dan terbuka, audiens cenderung lebih percaya pada produk/jasa yang ia bawa.
2. Membedakan dari Kompetitor
Produk bisa mirip, tapi figur di balik brand bersifat unik. Personal branding menciptakan kedekatan emosional yang tak bisa ditiru pesaing.
3. Meningkatkan Jangkauan dan Networking
Founder dengan personal branding yang kuat lebih mudah diundang sebagai pembicara, kolaborasi, atau media exposure. Ini membuka pintu-pintu peluang baru.
4. Menjadi Magnet Talenta
Tim terbaik ingin bekerja dengan figur inspiratif. Personal branding yang kuat menciptakan daya tarik tersendiri di mata calon karyawan, mitra, bahkan investor.
Cara Membangun Personal Branding Founder yang Kuat
1. Tentukan Positioning: Siapa Kamu di Mata Publik?
Mulailah dengan pertanyaan ini: Kamu ingin dikenal sebagai apa?
Contoh positioning:
- “Foundernya brand fashion lokal yang edukatif dan inspiratif”
- “Praktisi digital marketing yang suka berbagi insight tanpa basa-basi”
- “Creative entrepreneur yang vokal soal etika bisnis”
Tentukan satu atau dua pilar utama agar pesanmu jelas dan konsisten.
2. Bangun Eksistensi Digital
Jadikan media sosial sebagai panggung utama. Platform yang disarankan:
- LinkedIn: untuk profesional dan jejaring bisnis
- Instagram/TikTok: untuk membangun relasi personal dan storytelling
- Twitter/X: untuk insight cepat dan membangun opini
Gunakan tone yang sesuai dengan positioning. Jangan takut untuk menunjukkan sisi manusiawi dan perjalananmu sebagai founder.
3. Buat Konten Otentik dan Bernilai
Konten bisa dalam bentuk:
- Cerita perjuangan membangun bisnis
- Insight singkat soal industri
- Value yang kamu pegang sebagai founder
- Behind the scene tim kamu
- Kegagalan dan pelajaran penting
Orang tertarik pada perjalanan, bukan sekadar pencapaian.
4. Konsistensi Adalah Kunci
Personal branding bukan dibangun dalam seminggu. Konsistensi dalam gaya komunikasi, visual, dan frekuensi konten sangat berpengaruh.
Bila kamu tidak sempat, creative agency bisa bantu merancang strategi konten, desain visual, bahkan ghostwriting postingan personal.
5. Libatkan Audiens dalam Perjalananmu
Gunakan fitur interaktif: Q&A, polling, komentar, atau bahkan konten user-generated. Jadikan audiens bagian dari pertumbuhanmu.
Mereka bukan hanya pengikut—mereka bisa jadi pelanggan, supporter, bahkan partner bisnis di masa depan.
Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari
- Terlalu formal dan tidak menunjukkan sisi personal
- Ingin terlihat sempurna (padahal audiens lebih suka kejujuran)
- Inkonstisten dalam gaya dan pesan
- Mengabaikan interaksi dengan audiens
Kesimpulan
Personal branding bukan tentang pencitraan. Ini tentang membangun narasi yang jujur, kuat, dan konsisten tentang siapa kamu, apa yang kamu perjuangkan, dan bagaimana kamu membawa perubahan lewat bisnismu.
Sebagai founder, kamu bukan hanya pemimpin internal. Kamu adalah wajah, suara, dan jiwa dari brand-mu.
Creative agency bisa jadi mitra strategis dalam membangun ini—dari strategi konten, desain personal, hingga media exposure yang tepat.enciptakan tren-nya sendiri.
